Hm, harus bangun jam 3 pagi lagi, karena pesawat lagi2 dipilih jam 6 pagi, baeklah kulakukan :)

Naek pesawat, duduk, dikasi snack, hanya dalam waktu 51 menit pesawat sudah landing di bandara Depati Amir. Setelah meneguk aq** 2 botol, badanku segar kembali dan mudah2an tidak mengantuk, karena harus melakukan tugas dengan baik. :)

Jam 4 sore kerjaan kelar, pimpinan setempat ngajak melihat pantai. Aku dan 3 teman yang lain berpikir berat, dengan wajah tak bermaksud menolak, karena sudah membayangkan tempat tidur, maklum masih cape.

Tenang saja, melihat pantai Parai, semua lelah itu dijamin hilang deh :)

Begitu komentar kabalai, dan dengan sedikit terpaksa kami ikut kesana.

Perjalanan dari Pangkal Pinang ke Pantai Parai kurang lebih 1 jam, dan hasilnya aku tertidur dalam perjalanan. Ketika menuju parkiran aku baru sadar, aku berada di suatu tempat yang sangat indah!

Kayaknya penyesalan yang sangat akan terjadi, bila tadi menolak ajakan ke pantai ini. Rasa kantuk dan lelah benar2 hilang. Setelah melepas sepatu, dengan tak sabar berlari ke pantai, merasakan sejuknya air laut, deburan ombak, suara anak2 kecil yang bermain pasir dan yang pasti udara laut yang menghempaskan lelah hari ini. Memang tidak bisa berkata2 apabila sudah melihat dan merasakan lukisan sang Agung ini.

Gak sadar, sudah menjelang malam, besok harus kerja lagi. Dan sebelum kembali ke pangkal pinang ada hotnews lagi: besok sore akan kesini lagi. Yess!

Masih lanjutan dari perjalanan ke Manado.

Rangkaian pelatihan kelar juga dan Sabtu pun menjelang,

Bunaken, tunggu kedatanganku ;))

Pukul 05.30 wiTa, semua harus sudah kumpul di belakang hotel, karna boat akan menjemput di sana dan tepat 06.00 wiTa sudah berangkat.
Tapi gerimis tak kunjung henti, dan menurut kapten kapal harus menunggu sesaat dulu, karna di Bunaken masih hujan deras. Di khawatirkan tidak begitu aman untuk melakukan perjalanan dan kalo tidak memungkinkan perjalanan ditunda.

Rasanya mendengar itu sangat kesal, ditambah lagi komen teman2 yang bilang, kalo memang tidak aman, jangan deh.

Selama 20 menit smuanya dalam kondisi H2C, dan akhirnya guide beri info baru, — kapten bilang di Bunaken sudah mulai reda, dan sekarang semua naik boat berangkat menuju bunaken.

Setengah perjalanan masih gerimis, dan smua pemandangan masih berkabut, dalam hati hanya berdoa dan berharap cuaca akan cerah. Hanya bisa melihat dari dalam boat, dan tetap dalam harapan cuaca akan semakin cerah.

Yes, doaku terkabul, Tx GOD :). Hampir tiba di Bunaken, cuaca makin cerah. Dan kru2 kapten menyiapkan kaca di dalam kapal untuk melihat keindahan karang dan ribuan ikan.

Semua asik melihat dan terkagum2 dengan ribuan ikan yang ada di sana. Belum lagi lautnya yang jernih, bening dan pasti bersih. Menurut kru kapten ada 2000 jenis ikan di sana, dan memang warnanya bermacam, dari merah, kuning, motif batik, ungu, orange macem2 dah. Yang pasti sangat indah.

Kru kapten berkata: Untuk pemula yang gak bisa renang nanti akan diajari, dan nanti tempatnya di sebelah sana (sambil menunjuk ke arah kanannya), dan untuk yang bisa renang juga tetap akan dituntun.

Boat akhirnya sampai ke tempat tujuan yang ditunjuk tadi. Smua turun, akhirnya aku bisa menginjakkan kakiku dikarang bunaken juga, yang pasti pake FINS yang ukurannya ke gedean (Saran buat yang mau kesana, kalo kakinya juga imut, bawa sepatu yang alasnya karet aja).

Masih 10 menit di air yang dingin aku sudah takut karna baru sadar aku dilaut dan panik itu pun datang :(. Jadilah diriku penumpang pertama yang naik boat. Beberapa teman dan kru kapten membujuk untuk turun lagi dan embel2 akan dijagain. Huh, aku tidak percaya mah, apalagi setelah mendengar kru kapten bilang: semua pegangan tali, arusnya deras. Pret!, semakin meyakinkan ku untuk melepas fins dan alat2 lainnya. Titip bintang laut ya temanteman.

Tidak apalah, aku sudah tiba di Bunaken, liat ribuan ikan dari kaca kapal, nyebur ke laut dan berdiri di atas karang (walau hanya 10 menit kekekeke). Sebagai gantinya aku jepratjepret

Dokumentasi itu penting bo’ ato tepatnya narsis.com xixixixi

Berselah 15 menit teman2 lain naik ke boat, karna sesuai janji harus tiba di hotel jam 10.30, sehingga tidak telat ke bandara.

Guide: Kalo kita beruntung, nanti di perjalanan pulang kita ketemu lumbalumba.
Aku: Wah, harus donk mba, seru tuh.
Guide: Kita lihat aja mba, soalnya saya da 15 kali kesini baru 2 kali ketemu lumba2.

10 menit boat melaju, kru kapal kasi kode: itu ada lumbalumba :)

Tentunya semua heboh, dam boat menuju ke arah mereka. Rasa kagum tak terkira ketika melihat makhluk laut paling cerdas itu.

Jumlah mereka banyak banget, ada disisi kanan dan kiri boat, dan ada beberapa yang di depan seperti menuntun. Dan paling indah ketika mereka melompat-lompat dan melambaikan senyum, Kuerennnn Buanngettt!

Terima kasih lumbalumba, kalian semakin melengkapi kebahagiaan perjalanan ke Bunaken.

Boat melaju menuju hotel, dan yang pasti sepanjang perjalanan tetap narsis.com, karna sekitar sangat indah, awan yang biru dan sangat cerah, laut yang bening dan bersih dan angin yang sangat segar.

Tiba juga di hotel dengan tepat waktu dan siap2 untuk balik ke jakarta. :)

di taon 90′an

Salah satu tontonan wajib dulu adalah Dunia Dalam Berita, kata bapak wajib nonton biar tau sejarah :D. Dan dari situlah awalnya aku tau akan didirikannya patung Yesus di Dili. Dan komen ku waktu itu adalah:

kapan ya kesana???pasti indah ya bisa melihatnya :)

keinginan itu berlalu begitu saja.

di taon 2000an

Aku nonton berita lagi, bahwa akan dibangun patung Yesus yang lebih besar di daerah Pineleng Manado, kabarnya terbesar di Asia dan nomor dua di dunia setelah patung Yesus di Brazil.  Dan komenku masih tetap sama:

kapan aku bisa kesana ya? beruntung sekali mereka yang tinggal di sana, bisa melihatnya setiap saat.

Masih sama, keinginan itu berlalu begitu saja.

18 Mei 2010

Aku ikut pelatihan di Manado dan ternyata hotelnya ada Sedona di daerah Pineleng. Dan baru teringat akan adanya Patung Yesus tersebut.

aku harus kesana, kesempatan ini tidak boleh ditunda.

21 Mei 2010

Akhirnya pelatihan minggu ini selesai juga, setelah ditutup dengan makan siang, tiba waktunya untuk berdarmawisata :). Salah satu teman bertanya padaku:

teman: rutenya kemana aja?
aku: terserah aja, mau langsung beli oleh2 ato ke danau yang penting rute pertama harus ke patung Yesus :)
teman: ngapain kesana?
aku: aku ingin lihat keindahannya :)
teman: okok

Sama seperti harihari pelatihan sebelumnya, Manado mendung dan akhirnya hujan deras. Di bis teman bertanya

teman1: kamu yakin turun? dari bis aja liatnya?
aku: kalo aku turun gak ada yang nemanin ya?
teman2: aku temanin, bawa aja kameramu :)
aku: beneran nih, dengan semangat ambil kamera dan tak lupa meminjam payung :)

akhirnya aku turun dan melihatnya

Ini benarbenar indah, menakjubkan dan megah!

Rasa bahagia mengalir sederasnya air hujan waktu itu hihihihi :)

Teringat kata2 mereka, mulailah dengan mimpi :).

Gak terasa, harus da balik ke jkt lagi, seperti biasa tetap berat untuk melangkah. Sampe di bandara, mengikuti ritual check-in di bandara yang memusingkan dan tidak terkoordinasi baik.

Dengan usaha mengumpulkan semangat aku berjalan dan menaiki tangga pesawat akhirnya duduk. Seorang bapak tua dengan sigap duduk di sebelahku. Dari casing sepertinya pak tua itu pensiunan angkatan. Terjadilah dialog singkat,

Pak Tua: Tinggal di jakarta.
Aku: Ya Pak.
Pak Tua: ke Medan , jalan2?
Aku: nggak Pak, orang tua tinggal di medan Pak
Pak Tua: oOo, jadi di jakarta kerja. Boru batak ya?
Aku: Ido Pak :)
Pak Tua: bah hurippu cina manang na nias.
Aku: :) (yang benar donk Pak, kaca mata dipake donk, mata gede gini dibilang cina OMG)
Pak Tua: boru aha ma ho, au sagala :)
Aku: boru manalu Pak.
Pak Tua: nga berkeluarga ho?
Aku: belum Pak.
Pak Tua: nahh,, ima naposo nuaeng, lalap diparkarejoan dan tidak punya keberanian (dengan wajah serius)
Aku: :) (hanya senyum tak bisa komen apapun)
Pak Tua: Jangan takut untuk menikah, karna memang harus dijalani. Jadi harus menikah ya.
Aku: :) Iya Pak. (senyum lagi)

Dialog berhenti karena si Pak Tua harus menerima telpon. (Dasar, udah tau di dalam pesawat pesawat elektronik harus off!)

Pak Tua: Jadi kerja dimana kau?
Aku: di BPOM pak, (agak kaget, karena Pak Tua tadi tiba2 ngobrol lagi)
Pak Tua: oOo, yg Jl. percetakan itu ya.
Aku: Tepat sekali Pak. Kerja dimana Pak?
Pak Tua: Bisnis rental mobil di utan kayu, dulu pensiunan dari AURI
Aku: oOo (benar dugaanku, dia pensiuan dari angkatan). Di medan ada keluarga Pak?
Pak Tua: anak satu di sini, ntah kenapa gak ingin tinggal di medan, sudah lebih enak di jakarta. Di Medan tidak enak.
Aku: Ya kan, bisnisnya di Jakarta Pak.

Dialog berhenti, setelah penumpang lain duduk di sebelahku, casingnya sih kayak pejabat paroh baya. Sama aja kayak si Bapak Tua kerjanya nelpon terus. Ternyata mendisplinkan diri sendiri itu paling susah.

Para pramugari beraksi sperti biasa, dan aku pejamkan mata, berdoa dan akhirnya tertidur.

zZZzzzzz,,,,,,,,,,

sejam berlalu, aku terbangun, ternyata sudah lebih sejam aku tertidur, dan tinggal sejam lagi, akan tiba di jakarta. Aku pinjam koran si Pak Tua yang sedang nganggur.

Sedang asik membaca, penumpang yang lain disebelahku menyapaku,

Penumpang lain: Tinggal di mana mba?
Aku: di daerah percetakan negara, tinggal dimana Pak?
Penumpang lain: Di Medan, ke jakarta mau jalan2 aja, gak kebayang kalo tinggal di jakarta mba, Macet dan penuh.
Aku: namanya juga Jakarta :). Aslinya medan.
Penumpang lain: Pujakesuma, aslinya solo. Medan itu menyenangkan. walaupun gak lolos ketika calon bupati di deli serdang, tetap aja betah tinggal di sumut.
Aku: oOo :) (Apa hubungan betah dan gak lolos calon bupati ya :D )

Ada2 aja ya, Pak Tua di sebelahku, asli sumut, tapi tidak ingin lagi tinggal di sumut, si pujakesuma asli solo gak ingin kembali ke solo karna sudah betah di medan.

Akhirnya tiba juga di BUSH, setelah menyapa Pak Tua dan penumpang lain, aku berlalu menuju pengambilan bagasi.

Hari minggu, waktunya pergi ke gereja tentu semua umat Kristiani sudah tau itu :). Ada yang istimewa di hari minggu ini, karena merupakan awal memasuki pekan suci menyambut perayaan Paskah. Ibadat ini merupakan perayaan minggu palma otomatis semua gereja dihiasi dengan daun palma.

Mengingat tahun lalu kami kebagian teriknya panas ketika perarakan palma, kami sepakat untuk ikut minggu palma lebih pagi. Minggu lalu pastor menghimbau agar umat membawa daun palma untuk diberkati di gereja.

Tibalah hari itu, bangun pagi2 dan siap brangkat ke gereja.
Nora: daun palmanya gmn?
Detta: itu aja, ambil di perempatan, bawa gunting gak?
Rosa: o iya kita bawa aja.

Sampe di perempatan, kami mulai memilih2 mana yang bagus, dan mulai mengambil sesuai keinginan. Cukup menguras tenaga, karena ternyata kami lupa bawa gunting.
Tiba2 ibu pemilik daun palma keluar dari rumahnya dengan senyuman bersahabat,
Rosa: ibu, maaf kita ambil daunnya ya :)
Ibu: gpp, ambil aja, saya mau kasih pisau, kayaknya tadi susah ambilnya :)
Rosa,Nora dan Detta: :), makasih ya buk

Ternyata upaya kami mengambil daun palma diperhatikan si ibu,,xixixixixi. Memang sih si ibu sudah mengerti, hampir tiap tahun kami mengambil daun palmanya :). Semoga daun palmanya makin berbunga terus dan ibu sekeluarga selalu diberkati NYA.

Akhirnya tiba di gereja dan dapat mengikuti perayaan dengan penuh syukur.

Selamat memasuki pekan suci. Gb

Mereka diambil dari tempatnya yang tertata rapi, bersih dan dingin, dan kemudian segera dibawa kekasir untuk dibayar sehingga sah menjadi hak milik.

Mereka tinggal di atap yang sama, tetapi diruangan dan pemilik yang berbeda.

Mereka sangat disayangi oleh pemiliknya dengan bentuknya yang cantik dan lucu. Yang satu imut dan menawan, yang lain besar dan gagah.

Mereka telah merasakan pahitnya kopi, manisnya gula dan lezatnya susu. Hari lepas hari, bulan lepas bulan, bahkan tahun lepas tahun,  tak terasa sudah hampir 4 tahun mereka bersama pemiliknya.

Malam itu terjadilah peristiwa tersebut, tanpa disengaja yang imut dan menawan kena tendangan, mengakibatkan dia pecah. Dengan perasaan sedih sang pemilik mengutarakan isi hati si imut

A : apakah yang besar masih utuh?
B : tentu donk :D
A : harusnya mereka sama2 terpecahkan juga ya. (dengan perasaan sedih serpihan yang imut dikumpulkan dan dibuang)

Keesokan harinya, hampir di jam yang sama, pemilik yang besar berteriak: “Dia juga terpecahkan, dan pecahannya persis sama seperti pecahan kemaren :(

Sekianlah kisah sepasang gelas, tragis dan menyentuh.

Tanggal piga tiketmu mulak tu jakarta inang? Kujawab tanggal 4, dan tiba2 ada yg aneh dihatiku. Rasanya masih seperti dulu, kakiku berat untuk kembali dengan rutinitas di jakarta.

Aku jadi ingat kutipan yang kira2 sperti ini:

Rumahku berkata padaku, “Jangan tinggalkan diriku, karena di sini tinggal masa lalumu.” Dan jalan berkata padaku, “Mari ikuti aku karena akulah masa depanmu.”

Sudahla pada intinya adalah,mari bukalah hari baru dengan semangat baru. Selamat Tahun Baru. Tuhan memberkati :)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.