Dalam melakukan perjalanan mak emak yang punya anak masih kecil, ya dalam kategori balita,paling banyak persiapannya, karena yang disiapkan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga sang buah hati. Sebelum melakukan perjalanan perlu diketahui :

  • Kemana ?
  • Kapan ?
  • Dengan siapa ?
  • Berapa lama perjalanan ?
  • Bagaimana kondisi tempat yang akan dituju ?
  • Apa aja yang harus dibawa ?

Nah, kalo sudah nemu jawabannya baru tau apa-apa aja yang harus dipersiapkan. Persiapan ini sangat penting, agar selama dalam perjalanan anak tetap merasa nyaman dan bahagia. Tentunya kalo anak sudah nyaman dan bahagia, orangtuanya pasti ikut bahagia.

Kemana ? Saya mau sharing pengalaman membawa buah hati kami dari Siantar, Sumatera Utara ke Sheffield.

Kapan  ? Sesuai dengan jadwal perkuliahan suamiku, kami memutuskan untuk tiba di Sheffield, 08 April 2016. Jadi persiapannya jangan mepet mepet, ingat untuk perlu menjaga stamina dengan baik. Jadi sehari sebelum mulai perjalanan kami nyantai di rumah aja.

Dengan siapa ? Kami berangkat bertiga, saya, suami dan buah hati kami. Kalo begini pasti enak bagi tugasnya lebih mantap hehehe.

Berapa lama Perjalanan ? Perjalanan menuju Sheffield adalah sebagai berikut : Siantar – Medan via darat (3 jam); Medan – Jakarta (2 jam); Jakarta London (18 jam, dengan satu kali transit di Singapore selama 2 jam); London – Sheffield via darat (4 jam, kata supir taksi biasanya hanya 3 jam, tapi lebih lama karna ada macet dan perbaikan jalan).

Perjalanan yang cukup panjang, oleh karena itu kami perlu menjaga stamina. Dari Siantar ke Medan berangkat jam 10.00 wib, Berangkat dari Medan ke Jakarta jam 16.00 wib, tiba di hotel sudah jam 20.00 wib nginap satu malam di Jakarta. Jam 04.00 wib kami harus sudah bersiap ke Bandara Soeta, untuk perjalanan ke London, dari Jakarta pukul 08.00 wib dan tiba di London 19.30 waktu London. Di lanjutkan dengan menginap semalam di London dan besok siangnya kami melakukan perjalanan ke Sheffield.

Kami memilih penerbangan dari Jakarta ke London bukan dari Jakarta ke Manchester (yang berjarak sejam perjalanan ke Sheffield) setelah melakukan beberapa perbandingan dari sisi biaya dan ternyata baik juga untuk bisa beristirahat di Jakarta dan London sebelum tiba ke Sheffield.

Bagaimana kondisi tempat yang akan dituju? Harus tahu benar berapa suhu ketika kita sampai ditempat tujuan dan bagaimana keadaan cuacanya. Ngeceknya bisa di http://www.bbc.co.uk/weather/, atau ada beberapa situs lain yang menyediakan prakiraan cuaca ke depan. Dengan demikian aku bisa nyiapin beberapa pakaian yang sesuai untuk si buah hati di tas ransel (kan gak bongkar bagasi). Perlu menyiapkan pakaian ganti untuk anak dan pakaian saat tiba di tempat tujuan. Kami tiba di London dengan suhu di bawah 10 oC, sebelum landing anakku memakai longjohn, pakaian yang hangat dan jaket hingga menutupi leher, kupluk, sepatu boot dengan kaos kaki wool. Bukan lebay tapi ini adalah suhu yang sangat berbeda buat anakku dan kami, karena di Medan suhu selalu diatas 30 oC.

Tidak mudah mendapatkan pakaian musim dingin (seperti jacket dan long john) di Indonesia untuk anak seusia anak saya, 3 y 8 m. Kami mencari di beberapa tempat di Medan seperti di Sun Plaza (toko khusus winter di lantai 3, H & M dan Zara tapi tidak mendapatkannya) padahal kami mencarinya mulai dari Bulan Januari.

Pencarian akhirnya dilanjutkan ke Jakarta, ketika pengurusan visa. Kami mulai dari Mall Ambasador, yap ketemu jacket yang cukup tebal. Kemudian nyebrang ke Lotte Shopping Avenue, ada toko Cold Wear, dan kami mendapatkan long john untuk ukuran yang pas. Mengapa ngotot cari long john ukuran yang pas, karena manfaatnya akan terasa bila pas ke badan.

O iya, selain jaket dan long john ingat juga membawa topi kupluk, penutup telinga, kaos kaki yang tebal (kalo bisa dari bahan wool), legging

 

Apa aja yang harus dibawa? Selain pakaian yang perlu dibawa juga untuk anak adalah vitamin (sebelum berangkat kami bawa dulu ke dokter untuk cek kesehatan dan meminta vitamin yang dianjurkan oleh dokter).
Biasanya kalo sudah capek, anak akan susah makan, jd kalo ada makanan kesukaannya wajib dibawa. Anakku suka sekali dengan biskuit regal dicelup teh manis (teh manis disediakan di pesawat) dan minum susu UHT morinaga, jadi yang dua ini sudah siap di ransel dengan jumlah yang cukup banyak. Saran dokter bila membawa anak di dalam pesawat, usahakan si anak sedang makan/minum (ada gerakan mulut) pada waktu take off dan akan landing, karena perbedaan suhu udara sangat tinggi yang menyebabkan gangguan di pendengaran. Karena itu kami juga bawa permen lolipop, jadi anak tetap menggerakkan mulut  tanpa kita suruh hehehe.
Perlu juga untuk memesan sebelumnya menu untuk anak ketika dalam pesawat, hal itu tidak kami ketahui sebelumnya, kami diinfokan oleh pramugari. Syukurlah menu di dalam pesawat tetap dapat di nikmati oleh anakku. Jam makan dan tidur anakku aku sesuaikan dengan waktu di Indonesia, jadi jam tanganku tetap masih Waktu Indonesia Barat. Kalo da pas jam makan, walau blm disajikan aku minta ke pramugari (mereka akan sangat mengerti) dan pas jam tidur aku suruh anakku untuk tidur. Perlu dipastikan makan dan waktu tidur anak terpenuhi dengan baik, jadi waktu tiba di tempat tujuan tidak rewel.

Masih berkaitan dengan makanan, aku membawa slowcooker yang kecil dan beras untuk memasak bubur buat anakku ketika sampe di London, karena tidak mudah untuk mendapatkan nasi apalagi bubur.

Perjalanan yang lama dalam pesawat akan membosankan buat anak, maka perlu untuk menyiapkan permainan yang dapat mengisi waktu anak. Waktu itu aku bawa salah satu boneka kesukaannya (dari beberapa boneka yang ada, si piglet yang jadi pilihannya hehehe), kemudian bawa mainan buku yang dilengkapi gambar untuk diwarnai dan stiker (ingat untuk membawa pensil warnanya ya), kertas origami, puzzle. Dan mainan ini masih tambah ketika kami transit di Singapore, karena waktu itu dapat voucher 30 Dollar Singapore per penumpang, ya udah dihabiskan untuk mainan ada papan tulis anak seri frozen dan mainan kartu lainan. Banyak ya mainannya, ya iya donk 15 jam gitu loh.

This slideshow requires JavaScript.

Ada yang tidak kalah penting, ingat untuk membawa catatan imunisasi anak, karena itu sangat penting ketika mendaftar di NHS, aku menunjukkannya pada petugas NHS dan disambut dengan ceria, “lovely dear :)”

Jadi ingat kata ibu ibu yang menjadi penumpang waktu itu, “Baik sekali anakmu, tidak ada rewel mulai dari Jakarta sampe London”. Aku jawab : “Ya Bu” terucap dalam hati ….ibu gak tau aja kita dari Siantar sampe London lohhh, Praise The Lord.

 

 

Piknik…. Minggu 29 Mei 2016 ke Chatsworth, diwarnai dengan hari yang cerah. Dari  Sheffield ke Chatsworth ditempuh kurang lebih 45 menit dengan menggunakan bis TM travel 218. Sepanjang jalan kiri dan kanan penuh dengan pemandangan alam yang hijau dan sesekali tampak beberapa peternakan.

Chatsworth Park merupakan daerah Peak District, salah satu National Park yang ada di UK. Pemandangan disini sangat indah, hijau dan sangat luas. Sepanjang mata memandang semua hijau, rapi dan bersih. Banyak orang melakukan berbagai aktivitas disini, beberapa melakukan kunjungan ke Chatsworth House, ada yang menikmati teh di Edensor, dan sebagian besar melakukan aktivitas di chatsworth park seperti piknik, bermain, berolah raga dan bersepeda, semuanya menyenangkan terlebih dilakukan bersama keluarga.

Setelah menikmati piknik di chatsworth park kami melanjutkan perjalanan ke Bakewell yang masih termasuk dalam kawasan Peak District National Park. Perjalanan ke Bakewell sekitar 10 menit. Bakewell merupakan kota pasar, terdapat banyak sekali toko dan tempat kuliner di kota yang kecil dan modern ini. Salah satu yang paling terkenal adalah Bakewell Pudding yang sudah ada sejak 1820.

Masih ada beberapa wilayah di daerah Peak District ini (Castleton, Derwent and Edale), piknik kali ini ke Bakewell dulu, karena jam sudah mulai sore (walau hari masih cerah) saatnya untuk kembali ke Sheffield.

 

Yap..babak baru dimulai….
Untuk memasuki babak ini, aku harus buat pilihan antar cuti di luar tanggungan negara atau cuti di luar tanggungan suami hehehe, dan syukurlah syarat cuti di luar tanggungan negara terpenuhi dengan lancar, itu artinya Sheffield…we are coming. Rasanya nanonano, dan menurut temanku nanonano itu enak rasanya dan aku setuju:-)

Suamiku mendapatkan kesempatan berharga untuk kuliah di University of Sheffield, di Sheffield, UK. Aku dan putri kami Feo ikut juga menemaninya.

kualanamu

Feo sama op.kiting dan op.doli

Rabu, 06 April 2016 kami brangkat dari Siantar menuju Bandara Kuala Namu di Medan menuju Jakarta. Ketika check in kami terkendala karena kelebihan bagasi. Padahal sebelumnya bagasi sudah kami timbang dengan masing masing berat bag 3 * 30 kg. Ternyata bagasi untuk penerbangan domestik hanya diberi kapasitas masing masing 20 kg. Kami menjelaskan bahwa kami juga menggunakan maskapai yang sama untuk keesokan harinya dan meminta diberikan kelonggaran. Akhirnya pihak maskapai memberikan pilihan, membayar kelebihan bagasi atau beberapa bagasi diambil di London. Karena kelebihan bagasi yang banyak akhirnya kami memilih 2 bag diambil di London.

Kami menginap semalam di Jakarta plus dapat oleh oleh Abon, bumbu pecal dan bumbu dari temanku yang cantik, ganteng dan baik hati “makasi diajeng Citra dan mas Aang”. Bangun jam 4 pagi, siap-siap melanjutkan perjalanan. Penerbangan dari Cengkareng ke London akan ditempuh selama 18 jam dengan sekali transit di Singapore selama 2 jam begitulah info yang kami terima dari awak pesawat. Ada yang menarik ketika transit di Singapore, masing masing penumpang dikasi voucher sebesar 30 Dollar Singapore, jadi kami dapat 90 Dollar Singapore. Voucher kami belanjakan untuk mainan Feo selama di pesawat nanti.

singapore

transit di singapore

Ini adalah penerbangan pertama dengan waktu yang lama (15 jam) buat ku dan Feo dan ini merupakan penerbangan yang menyenangkan. Waktu tidak terasa berlalu, kita asik dengan aktivitas Feo, mulai dari bernyanyi, menggambar, nonton film, maen game (untung ada voucher dan bisa beli banyak mainan Feo) dan yang tak kalah asiknya adalah makan hehehe. Makasi ibu ibu, mba mba pramugari yang baik hati dan cantik, atas pelayanan dan keramahannya membuat maskapai tersebut seperti rumah..contohnya : kalo lapar sebelum jadwal tiba, boleh ke dapur ambil makanan yang masih ada hehehe.

Kami tiba di London 07 April 2016; 19:30 waktu London, sesuai dengan yang dijadwalkan. Kami disambut dengan udara dingin dan di luar baru selesai hujan dengan suhu 4 o C. O iya sebelum landing aku dan feo sudah pakai perisai (pakai long john hehehe) jadi ada penangkal udara dingin. Perjalanan dari pesawat ke pintu imigrasi lumayan jauh, lumayan buat pergerakan dan buat hangat. Kami pun keluar menemui taxi dan melanjutkan malam ini di London.

london

Hotel Ibis Heathrow, London

Tanggal 08 April 2016, kami brangkat dari London menuju Sheffield dengan perjalanan selama 4 jam menuju rumah teman kami yang sudah tinggal lebih 3 tahun di kota ini. Makasi banyak mba Rosa (kebetulan namanya sama), mas Hans dan abang Nendra, senang sekali bisa mengenal kalian. Mereka kami kenal melalui facebook (medsos memang luar biasa) dan kami pun disambut dengan hangat seperti sudah kenal lama sebelumnya.

 

Hm, harus bangun jam 3 pagi lagi, karena pesawat lagi2 dipilih jam 6 pagi, baeklah kulakukan:)

Naek pesawat, duduk, dikasi snack, hanya dalam waktu 51 menit pesawat sudah landing di bandara Depati Amir. Setelah meneguk aq** 2 botol, badanku segar kembali dan mudah2an tidak mengantuk, karena harus melakukan tugas dengan baik.:)

Jam 4 sore kerjaan kelar, pimpinan setempat ngajak melihat pantai. Aku dan 3 teman yang lain berpikir berat, dengan wajah tak bermaksud menolak, karena sudah membayangkan tempat tidur, maklum masih cape.

Tenang saja, melihat pantai Parai, semua lelah itu dijamin hilang deh:)

Begitu komentar kabalai, dan dengan sedikit terpaksa kami ikut kesana.

Perjalanan dari Pangkal Pinang ke Pantai Parai kurang lebih 1 jam, dan hasilnya aku tertidur dalam perjalanan. Ketika menuju parkiran aku baru sadar, aku berada di suatu tempat yang sangat indah!

Kayaknya penyesalan yang sangat akan terjadi, bila tadi menolak ajakan ke pantai ini. Rasa kantuk dan lelah benar2 hilang. Setelah melepas sepatu, dengan tak sabar berlari ke pantai, merasakan sejuknya air laut, deburan ombak, suara anak2 kecil yang bermain pasir dan yang pasti udara laut yang menghempaskan lelah hari ini. Memang tidak bisa berkata2 apabila sudah melihat dan merasakan lukisan sang Agung ini.

Gak sadar, sudah menjelang malam, besok harus kerja lagi. Dan sebelum kembali ke pangkal pinang ada hotnews lagi: besok sore akan kesini lagi. Yess!

Masih lanjutan dari perjalanan ke Manado.

Rangkaian pelatihan kelar juga dan Sabtu pun menjelang,

Bunaken, tunggu kedatanganku ;))

Pukul 05.30 wiTa, semua harus sudah kumpul di belakang hotel, karna boat akan menjemput di sana dan tepat 06.00 wiTa sudah berangkat.
Tapi gerimis tak kunjung henti, dan menurut kapten kapal harus menunggu sesaat dulu, karna di Bunaken masih hujan deras. Di khawatirkan tidak begitu aman untuk melakukan perjalanan dan kalo tidak memungkinkan perjalanan ditunda.

Rasanya mendengar itu sangat kesal, ditambah lagi komen teman2 yang bilang, kalo memang tidak aman, jangan deh.

Selama 20 menit smuanya dalam kondisi H2C, dan akhirnya guide beri info baru, — kapten bilang di Bunaken sudah mulai reda, dan sekarang semua naik boat berangkat menuju bunaken.

Setengah perjalanan masih gerimis, dan smua pemandangan masih berkabut, dalam hati hanya berdoa dan berharap cuaca akan cerah. Hanya bisa melihat dari dalam boat, dan tetap dalam harapan cuaca akan semakin cerah.

Yes, doaku terkabul, Tx GOD:). Hampir tiba di Bunaken, cuaca makin cerah. Dan kru2 kapten menyiapkan kaca di dalam kapal untuk melihat keindahan karang dan ribuan ikan.

Semua asik melihat dan terkagum2 dengan ribuan ikan yang ada di sana. Belum lagi lautnya yang jernih, bening dan pasti bersih. Menurut kru kapten ada 2000 jenis ikan di sana, dan memang warnanya bermacam, dari merah, kuning, motif batik, ungu, orange macem2 dah. Yang pasti sangat indah.

Kru kapten berkata: Untuk pemula yang gak bisa renang nanti akan diajari, dan nanti tempatnya di sebelah sana (sambil menunjuk ke arah kanannya), dan untuk yang bisa renang juga tetap akan dituntun.

Boat akhirnya sampai ke tempat tujuan yang ditunjuk tadi. Smua turun, akhirnya aku bisa menginjakkan kakiku dikarang bunaken juga, yang pasti pake FINS yang ukurannya ke gedean (Saran buat yang mau kesana, kalo kakinya juga imut, bawa sepatu yang alasnya karet aja).

Masih 10 menit di air yang dingin aku sudah takut karna baru sadar aku dilaut dan panik itu pun datang😦. Jadilah diriku penumpang pertama yang naik boat. Beberapa teman dan kru kapten membujuk untuk turun lagi dan embel2 akan dijagain. Huh, aku tidak percaya mah, apalagi setelah mendengar kru kapten bilang: semua pegangan tali, arusnya deras. Pret!, semakin meyakinkan ku untuk melepas fins dan alat2 lainnya. Titip bintang laut ya temanteman.

Tidak apalah, aku sudah tiba di Bunaken, liat ribuan ikan dari kaca kapal, nyebur ke laut dan berdiri di atas karang (walau hanya 10 menit kekekeke). Sebagai gantinya aku jepratjepret

Dokumentasi itu penting bo’ ato tepatnya narsis.com xixixixi

Berselah 15 menit teman2 lain naik ke boat, karna sesuai janji harus tiba di hotel jam 10.30, sehingga tidak telat ke bandara.

Guide: Kalo kita beruntung, nanti di perjalanan pulang kita ketemu lumbalumba.
Aku: Wah, harus donk mba, seru tuh.
Guide: Kita lihat aja mba, soalnya saya da 15 kali kesini baru 2 kali ketemu lumba2.

10 menit boat melaju, kru kapal kasi kode: itu ada lumbalumba:)

Tentunya semua heboh, dam boat menuju ke arah mereka. Rasa kagum tak terkira ketika melihat makhluk laut paling cerdas itu.

Jumlah mereka banyak banget, ada disisi kanan dan kiri boat, dan ada beberapa yang di depan seperti menuntun. Dan paling indah ketika mereka melompat-lompat dan melambaikan senyum, Kuerennnn Buanngettt!

Terima kasih lumbalumba, kalian semakin melengkapi kebahagiaan perjalanan ke Bunaken.

Boat melaju menuju hotel, dan yang pasti sepanjang perjalanan tetap narsis.com, karna sekitar sangat indah, awan yang biru dan sangat cerah, laut yang bening dan bersih dan angin yang sangat segar.

Tiba juga di hotel dengan tepat waktu dan siap2 untuk balik ke jakarta.:)

di taon 90’an

Salah satu tontonan wajib dulu adalah Dunia Dalam Berita, kata bapak wajib nonton biar tau sejarah😀. Dan dari situlah awalnya aku tau akan didirikannya patung Yesus di Dili. Dan komen ku waktu itu adalah:

kapan ya kesana???pasti indah ya bisa melihatnya:)

keinginan itu berlalu begitu saja.

di taon 2000an

Aku nonton berita lagi, bahwa akan dibangun patung Yesus yang lebih besar di daerah Pineleng Manado, kabarnya terbesar di Asia dan nomor dua di dunia setelah patung Yesus di Brazil.  Dan komenku masih tetap sama:

kapan aku bisa kesana ya? beruntung sekali mereka yang tinggal di sana, bisa melihatnya setiap saat.

Masih sama, keinginan itu berlalu begitu saja.

18 Mei 2010

Aku ikut pelatihan di Manado dan ternyata hotelnya ada Sedona di daerah Pineleng. Dan baru teringat akan adanya Patung Yesus tersebut.

aku harus kesana, kesempatan ini tidak boleh ditunda.

21 Mei 2010

Akhirnya pelatihan minggu ini selesai juga, setelah ditutup dengan makan siang, tiba waktunya untuk berdarmawisata:). Salah satu teman bertanya padaku:

teman: rutenya kemana aja?
aku: terserah aja, mau langsung beli oleh2 ato ke danau yang penting rute pertama harus ke patung Yesus:)
teman: ngapain kesana?
aku: aku ingin lihat keindahannya:)
teman: okok

Sama seperti harihari pelatihan sebelumnya, Manado mendung dan akhirnya hujan deras. Di bis teman bertanya

teman1: kamu yakin turun? dari bis aja liatnya?
aku: kalo aku turun gak ada yang nemanin ya?
teman2: aku temanin, bawa aja kameramu:)
aku: beneran nih, dengan semangat ambil kamera dan tak lupa meminjam payung:)

akhirnya aku turun dan melihatnya

Ini benarbenar indah, menakjubkan dan megah!

Rasa bahagia mengalir sederasnya air hujan waktu itu hihihihi:)

Teringat kata2 mereka, mulailah dengan mimpi:).

Gak terasa, harus da balik ke jkt lagi, seperti biasa tetap berat untuk melangkah. Sampe di bandara, mengikuti ritual check-in di bandara yang memusingkan dan tidak terkoordinasi baik.

Dengan usaha mengumpulkan semangat aku berjalan dan menaiki tangga pesawat akhirnya duduk. Seorang bapak tua dengan sigap duduk di sebelahku. Dari casing sepertinya pak tua itu pensiunan angkatan. Terjadilah dialog singkat,

Pak Tua: Tinggal di jakarta.
Aku: Ya Pak.
Pak Tua: ke Medan , jalan2?
Aku: nggak Pak, orang tua tinggal di medan Pak
Pak Tua: oOo, jadi di jakarta kerja. Boru batak ya?
Aku: Ido Pak:)
Pak Tua: bah hurippu cina manang na nias.
Aku::) (yang benar donk Pak, kaca mata dipake donk, mata gede gini dibilang cina OMG)
Pak Tua: boru aha ma ho, au sagala:)
Aku: boru manalu Pak.
Pak Tua: nga berkeluarga ho?
Aku: belum Pak.
Pak Tua: nahh,, ima naposo nuaeng, lalap diparkarejoan dan tidak punya keberanian (dengan wajah serius)
Aku::) (hanya senyum tak bisa komen apapun)
Pak Tua: Jangan takut untuk menikah, karna memang harus dijalani. Jadi harus menikah ya.
Aku::) Iya Pak. (senyum lagi)

Dialog berhenti karena si Pak Tua harus menerima telpon. (Dasar, udah tau di dalam pesawat pesawat elektronik harus off!)

Pak Tua: Jadi kerja dimana kau?
Aku: di BPOM pak, (agak kaget, karena Pak Tua tadi tiba2 ngobrol lagi)
Pak Tua: oOo, yg Jl. percetakan itu ya.
Aku: Tepat sekali Pak. Kerja dimana Pak?
Pak Tua: Bisnis rental mobil di utan kayu, dulu pensiunan dari AURI
Aku: oOo (benar dugaanku, dia pensiuan dari angkatan). Di medan ada keluarga Pak?
Pak Tua: anak satu di sini, ntah kenapa gak ingin tinggal di medan, sudah lebih enak di jakarta. Di Medan tidak enak.
Aku: Ya kan, bisnisnya di Jakarta Pak.

Dialog berhenti, setelah penumpang lain duduk di sebelahku, casingnya sih kayak pejabat paroh baya. Sama aja kayak si Bapak Tua kerjanya nelpon terus. Ternyata mendisplinkan diri sendiri itu paling susah.

Para pramugari beraksi sperti biasa, dan aku pejamkan mata, berdoa dan akhirnya tertidur.

zZZzzzzz,,,,,,,,,,

sejam berlalu, aku terbangun, ternyata sudah lebih sejam aku tertidur, dan tinggal sejam lagi, akan tiba di jakarta. Aku pinjam koran si Pak Tua yang sedang nganggur.

Sedang asik membaca, penumpang yang lain disebelahku menyapaku,

Penumpang lain: Tinggal di mana mba?
Aku: di daerah percetakan negara, tinggal dimana Pak?
Penumpang lain: Di Medan, ke jakarta mau jalan2 aja, gak kebayang kalo tinggal di jakarta mba, Macet dan penuh.
Aku: namanya juga Jakarta:). Aslinya medan.
Penumpang lain: Pujakesuma, aslinya solo. Medan itu menyenangkan. walaupun gak lolos ketika calon bupati di deli serdang, tetap aja betah tinggal di sumut.
Aku: oOo:) (Apa hubungan betah dan gak lolos calon bupati ya😀 )

Ada2 aja ya, Pak Tua di sebelahku, asli sumut, tapi tidak ingin lagi tinggal di sumut, si pujakesuma asli solo gak ingin kembali ke solo karna sudah betah di medan.

Akhirnya tiba juga di BUSH, setelah menyapa Pak Tua dan penumpang lain, aku berlalu menuju pengambilan bagasi.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.