Mereka diambil dari tempatnya yang tertata rapi, bersih dan dingin, dan kemudian segera dibawa kekasir untuk dibayar sehingga sah menjadi hak milik.

Mereka tinggal di atap yang sama, tetapi diruangan dan pemilik yang berbeda.

Mereka sangat disayangi oleh pemiliknya dengan bentuknya yang cantik dan lucu. Yang satu imut dan menawan, yang lain besar dan gagah.

Mereka telah merasakan pahitnya kopi, manisnya gula dan lezatnya susu. Hari lepas hari, bulan lepas bulan, bahkan tahun lepas tahun,  tak terasa sudah hampir 4 tahun mereka bersama pemiliknya.

Malam itu terjadilah peristiwa tersebut, tanpa disengaja yang imut dan menawan kena tendangan, mengakibatkan dia pecah. Dengan perasaan sedih sang pemilik mengutarakan isi hati si imut

A : apakah yang besar masih utuh?
B : tentu donk😀
A : harusnya mereka sama2 terpecahkan juga ya. (dengan perasaan sedih serpihan yang imut dikumpulkan dan dibuang)

Keesokan harinya, hampir di jam yang sama, pemilik yang besar berteriak: “Dia juga terpecahkan, dan pecahannya persis sama seperti pecahan kemaren😦 ”

Sekianlah kisah sepasang gelas, tragis dan menyentuh.