Dalam melakukan perjalanan mak emak yang punya anak masih kecil, ya dalam kategori balita,paling banyak persiapannya, karena yang disiapkan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga sang buah hati. Sebelum melakukan perjalanan perlu diketahui :

  • Kemana ?
  • Kapan ?
  • Dengan siapa ?
  • Berapa lama perjalanan ?
  • Bagaimana kondisi tempat yang akan dituju ?
  • Apa aja yang harus dibawa ?

Nah, kalo sudah nemu jawabannya baru tau apa-apa aja yang harus dipersiapkan. Persiapan ini sangat penting, agar selama dalam perjalanan anak tetap merasa nyaman dan bahagia. Tentunya kalo anak sudah nyaman dan bahagia, orangtuanya pasti ikut bahagia.

Kemana ? Saya mau sharing pengalaman membawa buah hati kami dari Siantar, Sumatera Utara ke Sheffield.

Kapan  ? Sesuai dengan jadwal perkuliahan suamiku, kami memutuskan untuk tiba di Sheffield, 08 April 2016. Jadi persiapannya jangan mepet mepet, ingat untuk perlu menjaga stamina dengan baik. Jadi sehari sebelum mulai perjalanan kami nyantai di rumah aja.

Dengan siapa ? Kami berangkat bertiga, saya, suami dan buah hati kami. Kalo begini pasti enak bagi tugasnya lebih mantap hehehe.

Berapa lama Perjalanan ? Perjalanan menuju Sheffield adalah sebagai berikut : Siantar – Medan via darat (3 jam); Medan – Jakarta (2 jam); Jakarta London (18 jam, dengan satu kali transit di Singapore selama 2 jam); London – Sheffield via darat (4 jam, kata supir taksi biasanya hanya 3 jam, tapi lebih lama karna ada macet dan perbaikan jalan).

Perjalanan yang cukup panjang, oleh karena itu kami perlu menjaga stamina. Dari Siantar ke Medan berangkat jam 10.00 wib, Berangkat dari Medan ke Jakarta jam 16.00 wib, tiba di hotel sudah jam 20.00 wib nginap satu malam di Jakarta. Jam 04.00 wib kami harus sudah bersiap ke Bandara Soeta, untuk perjalanan ke London, dari Jakarta pukul 08.00 wib dan tiba di London 19.30 waktu London. Di lanjutkan dengan menginap semalam di London dan besok siangnya kami melakukan perjalanan ke Sheffield.

Kami memilih penerbangan dari Jakarta ke London bukan dari Jakarta ke Manchester (yang berjarak sejam perjalanan ke Sheffield) setelah melakukan beberapa perbandingan dari sisi biaya dan ternyata baik juga untuk bisa beristirahat di Jakarta dan London sebelum tiba ke Sheffield.

Bagaimana kondisi tempat yang akan dituju? Harus tahu benar berapa suhu ketika kita sampai ditempat tujuan dan bagaimana keadaan cuacanya. Ngeceknya bisa di http://www.bbc.co.uk/weather/, atau ada beberapa situs lain yang menyediakan prakiraan cuaca ke depan. Dengan demikian aku bisa nyiapin beberapa pakaian yang sesuai untuk si buah hati di tas ransel (kan gak bongkar bagasi). Perlu menyiapkan pakaian ganti untuk anak dan pakaian saat tiba di tempat tujuan. Kami tiba di London dengan suhu di bawah 10 oC, sebelum landing anakku memakai longjohn, pakaian yang hangat dan jaket hingga menutupi leher, kupluk, sepatu boot dengan kaos kaki wool. Bukan lebay tapi ini adalah suhu yang sangat berbeda buat anakku dan kami, karena di Medan suhu selalu diatas 30 oC.

Tidak mudah mendapatkan pakaian musim dingin (seperti jacket dan long john) di Indonesia untuk anak seusia anak saya, 3 y 8 m. Kami mencari di beberapa tempat di Medan seperti di Sun Plaza (toko khusus winter di lantai 3, H & M dan Zara tapi tidak mendapatkannya) padahal kami mencarinya mulai dari Bulan Januari.

Pencarian akhirnya dilanjutkan ke Jakarta, ketika pengurusan visa. Kami mulai dari Mall Ambasador, yap ketemu jacket yang cukup tebal. Kemudian nyebrang ke Lotte Shopping Avenue, ada toko Cold Wear, dan kami mendapatkan long john untuk ukuran yang pas. Mengapa ngotot cari long john ukuran yang pas, karena manfaatnya akan terasa bila pas ke badan.

O iya, selain jaket dan long john ingat juga membawa topi kupluk, penutup telinga, kaos kaki yang tebal (kalo bisa dari bahan wool), legging

 

Apa aja yang harus dibawa? Selain pakaian yang perlu dibawa juga untuk anak adalah vitamin (sebelum berangkat kami bawa dulu ke dokter untuk cek kesehatan dan meminta vitamin yang dianjurkan oleh dokter).
Biasanya kalo sudah capek, anak akan susah makan, jd kalo ada makanan kesukaannya wajib dibawa. Anakku suka sekali dengan biskuit regal dicelup teh manis (teh manis disediakan di pesawat) dan minum susu UHT morinaga, jadi yang dua ini sudah siap di ransel dengan jumlah yang cukup banyak. Saran dokter bila membawa anak di dalam pesawat, usahakan si anak sedang makan/minum (ada gerakan mulut) pada waktu take off dan akan landing, karena perbedaan suhu udara sangat tinggi yang menyebabkan gangguan di pendengaran. Karena itu kami juga bawa permen lolipop, jadi anak tetap menggerakkan mulut  tanpa kita suruh hehehe.
Perlu juga untuk memesan sebelumnya menu untuk anak ketika dalam pesawat, hal itu tidak kami ketahui sebelumnya, kami diinfokan oleh pramugari. Syukurlah menu di dalam pesawat tetap dapat di nikmati oleh anakku. Jam makan dan tidur anakku aku sesuaikan dengan waktu di Indonesia, jadi jam tanganku tetap masih Waktu Indonesia Barat. Kalo da pas jam makan, walau blm disajikan aku minta ke pramugari (mereka akan sangat mengerti) dan pas jam tidur aku suruh anakku untuk tidur. Perlu dipastikan makan dan waktu tidur anak terpenuhi dengan baik, jadi waktu tiba di tempat tujuan tidak rewel.

Masih berkaitan dengan makanan, aku membawa slowcooker yang kecil dan beras untuk memasak bubur buat anakku ketika sampe di London, karena tidak mudah untuk mendapatkan nasi apalagi bubur.

Perjalanan yang lama dalam pesawat akan membosankan buat anak, maka perlu untuk menyiapkan permainan yang dapat mengisi waktu anak. Waktu itu aku bawa salah satu boneka kesukaannya (dari beberapa boneka yang ada, si piglet yang jadi pilihannya hehehe), kemudian bawa mainan buku yang dilengkapi gambar untuk diwarnai dan stiker (ingat untuk membawa pensil warnanya ya), kertas origami, puzzle. Dan mainan ini masih tambah ketika kami transit di Singapore, karena waktu itu dapat voucher 30 Dollar Singapore per penumpang, ya udah dihabiskan untuk mainan ada papan tulis anak seri frozen dan mainan kartu lainan. Banyak ya mainannya, ya iya donk 15 jam gitu loh.

This slideshow requires JavaScript.

Ada yang tidak kalah penting, ingat untuk membawa catatan imunisasi anak, karena itu sangat penting ketika mendaftar di NHS, aku menunjukkannya pada petugas NHS dan disambut dengan ceria, “lovely dear :)”

Jadi ingat kata ibu ibu yang menjadi penumpang waktu itu, “Baik sekali anakmu, tidak ada rewel mulai dari Jakarta sampe London”. Aku jawab : “Ya Bu” terucap dalam hati ….ibu gak tau aja kita dari Siantar sampe London lohhh, Praise The Lord.